kumpulan puisi

Jasa Ibunda

| Posted in | Posted on 20.04

0


Bunda,,,,,,,
kasih sayang mu sepanjang masa
kasih mu untuk ku selalu terkenang sampai akhir hidup ku
begitu banyak pengorbanan yang kau lakukan untuk anakmu
tanpa mengenal lelah sedikit pun.

bunda.........
saat ini aku hanya bisa diam
menatap semua anak yang sedang bersenda gurau
dengan ibu nya saat berjalan melintasi diriku
saat itu akupun mulai terbayang lembutnya tanganmu
saat kau menyentuh anakmu.

Sajakku Menyapamu

| Posted in | Posted on 20.02

0


Demikian aku merindumu
Melukismu seperti sajak
Kusapa lewat baris hujan
Saat sunyiku bernyanyi
Senandung dirimu
Selalu mengembalikan kenanganku

Demikian aku menciptamu
Bersyair sajak malam
Yang kelamkan nuraniku
Cahaya hati telah raib, saat
Pagi menyambangiku lewat matahari
Kau telah kusapa ribuan kali

Sajak Cinta untuk - MU

| Posted in | Posted on 19.58

0


Tuhan....
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan.....
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati Mu
Agar kerinduanku terhadap - Mu semakin menjadi

Puisi Untuk Mama

| Posted in | Posted on 20.37

0


Mama,…
Aku ingin mempersembahkan sebuah puisi untukmu
Puisi cinta yang dulu sering kau terima dari papa
Tapi, kata-kataku tak seindah punya papa
Aku juga tak seromantis papa
Namun, kuingin mempersembahkan puisi ini untukmu mama
Aku tak tahu kata-kata apa yang harus kupilih untuk memulai
Bagaimana diksi yang pantas, aku pun bingung
Aku ingin mengumpamakanmu dengan berbagai majas yang dulu kerap papa utarakan padamu
Aku tidak bisa
Dan aku ingin mencoba

Bukan itu yg kau inginkan ….

| Posted in | Posted on 20.30

0


Jika menangis yg membuatmu puas maka menangislah sepuasmu ..
Jika berteriak bisa membuatmu bahagia, berteriaklah sekencang kencangnya ..

Apakah tangismu tlah meredakan perih dlm htimu ..
Apakah teriakmu tlah terdengar olehnya .. ?

Aku rasa puasmu tak ada dsna ….
Aku rasa bhagiamu bukan pada itu …

Surat untuk Dinda

| Posted in | Posted on 20.25

0


Dear Dinda,
kualamatkan rindu padamu
dengan ulin di pojok kiri amplop
juga salam dari almarhum hutan belakang rumah

Dind,
tadi malam rumah kita dikubur orang
ranjang, foto dan selimut kita rusak
belum lagi deru gergaji mesin
melibas meranti tua
lalu dahan kurus dengan berjuta toreh ditebas
paginya kudapati janda kaya meneguk kopi di balkon kondominium


Menuju Kelaut - S.T. Alisyahbana

| Posted in | Posted on 02.34

0


Kami telah meninggalkan engkau,
tasik yang tenang, tiada beriak,
diteduhi gunung yang rimbun
dari angin dan topan.
Sebab sekali kami terbangun
dari mimpi yang nikmat

"Ombak ria berkejar-kejaran
di gelanggang biru bertepi langit.
Pasir rata berluang dikecup,
tebing curam ditantang diserang,
dalam bergurau bersama angin,
dalam berlomba bersama mega".

Kerabat Kita - S.T. Alisyahbana

| Posted in | Posted on 02.30

0


Bunda,
masih kudengar petuamu bergetar
waktu ku tertegun di ambang pintu,
melepaskan diriku dari pelikmu :
"Hati-hati di rantau orang, anakku sayang,
Berkata di bawah-bawah, mandi di hilir-hilir,
Di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung".

Biografi Sutan Takdir Alisjahbana

| Posted in | Posted on 02.27

0


Sutan Takdir Alisjahbana (STA), (Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 - Jakarta, 17 Juli 1994), adalah sastrawan Indonesia. Menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).

Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa Indonesia (1947-1952), dan Konfrontasi (1954-1962). Pernah menjadi guru HKS di Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di UI (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), dan guru besar & Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968).

Doa Di Jakarta – WS Rendra

| Posted in | Posted on 02.23

0


Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.

Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?
Dendam diasah di kolong yang basah
siap untuk terseret dalam gelombang edan.
Perkelahian dalam hidup sehari-hari
telah menjadi kewajaran.
Pepatah dan petitih
tak akan menyelesaikan masalah
bagi hidup yang bosan,
terpenjara, tanpa jendela.

Biografi Chairil Anwar (1922 – 1949)

| Posted in | Posted on 02.20

0



Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta.

Semasa kecil di Medan, Chairil sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:
Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta

Berdiri Aku - Amir Hamzah

| Posted in | Posted on 02.17

0


Berdiri aku di senja senyap
camar melayang menepis buih
melayah bakau mengurai puncak
berjulang datang ubur terkembang

Angin pulang menyejuk bumi
menepuk teluk menghempas emas
lari ke gunung memuncak sunyi
berayun-alun di atas alas

Letih..........

| Posted in | Posted on 02.14

0


Tetes tetes hujan seperti nyanyian kesedihan,
berirama riak air menetes,
gerah akan cinta dalam laut kebencian,
luka ini bukan hasrat,
bukan pula kerinduan,

Hembusan angin..

| Posted in | Posted on 02.11

0


Angin yg berhembus,lalu berlalu apa artinya....
tangis yang mendesak,lalu pecahkan dada akankah merubah...
sedangkan wajahmu yg kurindu,mungkinkah kupandang...
pada jingga atau warna warna bunga akankah berarti..
andai pedang mengancam membelah..

Kala senja.....

| Posted in , | Posted on 02.09

0


Masih saja ombak di pinggir pantai,
tak kenal lelah merobek sepi,
ketika senja
burung burung camar melintas,
angin menjerit panjang d pucuk cemara,

"Top Puisi Bahasa Jiwa"