Aku berjalan dalam kesunyian
tanpa arah yang pasti…terus mencari dirimu
masa lalu yang pernah singgah direlung jiwa yang rapuhini
kaki ini seakan t’pernah lelah melangkah
menapaki jalan yang penuh dengan kerikil tajam
mendaki gunung tinggi…
menyebrangi lautan…dengan perahu kecil
yang terhempas galaunya ombak yang mengikis batu karang..
saat mentari masih malu-malu menampakkan sinarnya
saat tetesan embun pagi mulai berjatuhan dari daun
atau pun saat datang kembali keheningan gelapnya malam…
saat itu juga bayangan mu masih tersimpan dalam memory ku
Seribu cinta yang singgah di jiwaku…hanya bagaikan angin lalu
namun t’ada cinta yang sepertimu…
yang mampu mengetarkan lubuk hatiku yang terdalam
yang mampu menghapuskan segala kegelisahan
yang sanggupmelantunkan melodi cinta yang
begitu menyentuh kedasar jiwa…
ampuni aku yang pernah menusukkan pisau tajam
dalam hatimu…
maafkan aku yang menggoreskan luka perih
dihati kecilmu yang penuh kelembutan