kumpulan puisi

Sang Pelopor

| Posted in | Posted on 09.29


Kita tidak sedang bercengkrama dengan langit
langit lebih memilih menenggelamkan mentarinya kala senja
Tidak sedang bersahabat dengan samudera
samudera lebih memilih menghancurkan nusa dengan ombaknya
Tak pula kita bersenda dengan waktu
Toh waktu hanya berjalan cepat menghantar masa,
: masa kita menuju tua

Sementara beban di pundak kita semakin memberat
Bergelayut tak berkurang dalam jengkalnya
Hanya tangis di sudut-sudut mata menjadi penggerak langkah
Tangis sebab ulah tangan-tangan penuh dosa

Namun,
bukan hujatan yang pantas terucap
Caci dan maki tak pantas tertuturkan
Aku, kamu
Kita
Tahu
semua kepala tak ada yang sempurna

Dan,
Bukankah bergandengan tangan jauh lebih indah?
Bukankah bahu membahu jauh lebih bermakna?
Untuk kita
: Sang Pelopor


Anand
Indonesia

SocialTwist Tell-a-Friend

Comments (0)

Posting Komentar

"Top Puisi Bahasa Jiwa"