kumpulan puisi

Aku kini Khusuk Meramu Gigil Rindu Untukmu

| Posted in , | Posted on 00.14

0


engkaukah yang suatu ketika
mengajakku lari menghindari dengkur mimpi
dalam malam malam yang penuh luka
dalam bayang bayang yang menusuk rasa
untuk khusuk meramu gigil rindu

Kekecewaan

| Posted in , | Posted on 00.12

0


awalnya ku rasa lantai
mampu tuk tenangkan hati ku
awalnya ku kira tembok
jua mampu mengubah hari ku


Getaran Hati Sanubari

| Posted in | Posted on 00.11

0


dalam keremangan malam kalbu
ku temukan titik yg sembilu
hati sedih, resah, merana n pilu
menahan smua yg ad pd ku

Waktu

| Posted in | Posted on 00.10

0


Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Menatap Hari Esok

| Posted in | Posted on 00.00

0


senyuman sang fajar

menyeruak di keheningan pagi

seakan……

menghapus kisah suramku

Anugerah Cinta

| Posted in | Posted on 23.59

0


TERKADANG…

HIDUP INI TERASA MENYAKITKAN

MASALAHPUN….

JADI SAHABAT MENGARUNGI WAKTU


Tak Pernah Berlalu

| Posted in | Posted on 23.56

0


Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Selalu Ada rencana Indah Untukmu

| Posted in , | Posted on 23.52

0


Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi

Cinta Indah jadi Duka

| Posted in , | Posted on 21.34

0


akan kuu bingkaii indah diriimu di setiiap detak jantung kuu...
akan kuu ukiir diriimu dii setiiap sela denyut nadii kuu..
akan kuuu lukiis bayangg muu dii setiiap hela nafas kuu,,
n akan kuu abadiikan drii muu utk teruss bertahta dii duniia angankuu,,


Bantu Aku Menuliskan Kata Cintaku

| Posted in , | Posted on 21.06

0


Bantu aku menulis kata cinta, sunyiku pada pena.
Sebingkai meja berwarna coklat kelu dan berdebu
seakan lautan kata yang beku dalam dingin suhu.
Sepucuk kertas membentuk perahu, di layarnya teruntuk namamu.
Pena itu kembali menggigil, menggoreskan kegelisahan:
Aku cinta padamu. Hanya genangan tinta terbentuk
seperti teluk

Alam

| Posted in | Posted on 20.18

0


Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya

Kehampaan Hati

| Posted in , | Posted on 12.05

0


Daun-daun berguguran di tepi danau yang bening..
Obat yang mujarab
tak mampu sembuhkan penyakitmu..

Ibu

| Posted in , | Posted on 12.03

0


Ibu,,
Kata paling indah dari bibir manusia…
Ibuku,
Sebutan paling indah…
Ibu,,
Satu kata penuh harap dan cinta yang keluar dari kalbu yang dalam…

Narasi Disuatu Pagi

| Posted in , | Posted on 21.04

0


Dan bukan karna,hujan,angin ataupun kemarau
Pada peta perjalanan masa jahiliyah…
Saat khilafah perjuangkan rakyat jelata
Dan bukan karna,asa,siksa,ataupun jera
Malaikat memjelma bagai seorang peminta


Sang Malam

| Posted in , | Posted on 21.01

0


SANG MALAM
Hening….snyap…
hanya kidung angin membelai sang rimbun,
sesekali brgoyang, seolah trbuai lembutnya sang semilir.


Puisi Siang

| Posted in , | Posted on 20.59

0


Bersama terik mentari ku terduduk sepi
Coba merabah setiap makna yang ingin kurubah dalam aksara
Semua sia-sia


Hidup Dari Serpihan-Serpihan Peristiwa Sedih

| Posted in , | Posted on 20.43

0


menelisik di pinggir kubur hati
ternyata…
“dia tak mati”


Seribu Matahari

| Posted in , | Posted on 20.41

0


kita berpisah, karena kita punya perih. maka, dari luka rahim ibumu

kubangun jembatan kecemasanku. kita berdiri

di jembatan itu, dan kau bercahaya sebagai matahari baru:

bukankah engkau seribu matahari. lalu kujahit perih-perih kelahiranmu

jadi rumah waktu, tempatmu melukis tangis dan menyimpan

rembulan sebagai senyuman yang pahit. tapi senyummu adalah

ketabahan batu terlepas dari gunung, sebab kau tahu

dalam perpisahan selalu ada jembatan

yang menghubungkan kesedihan-kesedihan

jembatan kecemasan yang kubangun dari luka rahim ibumu


Reruntuhan Cahaya

| Posted in , , | Posted on 20.32

0


alangkah lama menunggumu di reruntuhan cahaya

hingga remuk waktu menggali kawah hatiku, adakah kau lihat?

desau letihku jadi tebing di lelembah cintamu? menerjal,

mencuram, mencadas, tapi dengan letihku

adlah kesetiaanmu menimang-nimang kenakalanku


Sesaat Aku Terdiam

| Posted in , | Posted on 20.31

0


Sesaat aku terdiam

Dan bersedih

Ku terbayang

Akan dirimu

Didalam batinku

Ku menangis lirih

Teringatkan dirimu

Kesedihan

| Posted in | Posted on 17.19

0


Sesaat seusai hujan membasahi bumi
Sedetik setelah engkau pergi mengingkari janji
Sekeping hati terkapar dirajam sepi


Bunga Tidur

| Posted in , | Posted on 17.08

0


Duduk di sini terbuang dan terluka

Pada piano tua,,

Berusaha keras untuk menangkap

Saat pagi ini saya tidak tahu

Karena sebotol vodka

masih bersarang di kepala saya

Dan beberapa kali memberi saya mimpi buruk

Saya pikir dia masih mengingat saya..

Saat aku bermimpi tentang film

Mereka tidak akan melihat saya ketika saya mati...

Ayah

| Posted in , | Posted on 13.25

0


Ketika malam menjelang…aku selalu menantikan
datangnya bintang malam
bercahaya terang..memberi kehangatan..
memberikan kedamaian abadi dalam
sentuhan jiwa terdalam..


Aku Mengerti Cinta Dengan Dua Cara

| Posted in | Posted on 15.00

0


aku mengerti cinta dengan cara yang paling sederhana
ketika seorang wanita memeluk mesra buah hatinya
selepas pagi buta dia membuka mata
diiringi sebaris senyum manis pembuka hari

Seindah Senyum Simpulmu

| Posted in | Posted on 14.59

0


kini semilir angin
menyembul-nyembul dari balik hijau daun
sibak-menyibak kain-kain jemur
menyingkap-nyingkap nyiur-nyiur, melambai


Dalam Sepi

| Posted in , | Posted on 18.58

0


Disaat kusendiri
Teringat dirimu yang jauh disana
Apa kabarmu ?

Rindu

| Posted in | Posted on 18.57

0


Saat kutapaki jalan itu
Seakan kusadari ada dirimu
Berjalan disampingku, Bisu ...

"Top Puisi Bahasa Jiwa"