kumpulan puisi

Air Matamu

| Posted in , | Posted on 21.23

0


di malam itu ku sentuh hatimu dg cintaku
kau slalu setia padaku
meski aku telah bersamanya
kejujuran tlah ku ungkap dan ku ucap untukmu


Rembulu Ilalang di Pagi itu

| Posted in , | Posted on 21.21

0


Embun penyegar di pagi itu
Terhempas angin melewati celah hati
Terasa segar bagai api unggun
Begitu indah bagai tempat sampah

Akankah Kau Kumiliki Selamanya

| Posted in | Posted on 21.20

0


kemana kan ku langkahkan kaki
saat rindu menjamu hati
kau ada saat ku butuh cinta
dan kau mampu beri sayang lebih dari dia

Rasa Ini Takkan Pernah Mati

| Posted in , | Posted on 21.15

0


Hati yang pernah singgah
Rasa cinta yang dulu pernah ada
Mungkin takkan bisa hilang
Hingga terkubur jauh direlung jiwa

Kepedihan

| Posted in , | Posted on 21.14

0


Dimana arti sebuah kesetiaanmu
Janjimu yang pernah kau ucap dulu
Sungguh ku tak menyangka
Kau hianati diriku

Di Penghujung Ramadhan

| Posted in , | Posted on 21.11

0


Kala kerinduan belumlah usai
Kala penghayatan dalam doa belumlah sempurna
Menapaki lajunya perjalanan yang tiada henti
Menyusuri lorong yang penuh liku menghadang

Aku Akan Pergi

| Posted in , | Posted on 11.15

0


Berdesir sayup gemercik air
Mengayun perlahan melangkah angin
Terhadang tembok yang selalu berakhir
Keropos lembut merah membata

Sekedar Menemani Dalam Kata

| Posted in , | Posted on 11.10

0


Hadirlah kau seindah cinta
Diluar jendela pun tak apa
: saat begitu riuhnya pesona syahwat memedihkan mata,
Demi huruf-huruf yang berdansa
Melingkari sebuah rangkaian makna

Kemerdekaan

| Posted in , , | Posted on 11.04

0


Terkenang merdeka kala lalu
Penindasan angkara murka Eropa terbaru
Negeri terbakar kemerdekaan sejati
Dalam lingkar kehidupan kerakyatan

Mencari Ketulusan Hatimu

| Posted in | Posted on 10.57

0


Berkelana Kemana jiwaku terhantar
Tatkala seucap Cinta telah ku lontar..
Aku jalani dan terus aku jalani
Meski keraguan hati menggebu,
Laksana ombak deras yang menghempas...

Putus Cinta

| Posted in , | Posted on 20.38

0


Aku tak merasa kalah dalam penantian ini
Aku hanya merasa lelah yang teramat sangat
Setelah mengurung hatiku dalam cinta yang tak pernah terjawab
Aku seperti tertusuk duri yang tak pernah kusadari


Permintaan Maaf

| Posted in , | Posted on 20.34

0


teringat senggal kata-kata
terhanyut alur angin malam
menangis aku membacanya

Ibunda

| Posted in , | Posted on 20.24

0


Di tirai pagi kubersandar pada dinding kesedihan
Di senandung alam kuberbaring pada rajutan kerinduan

Ibunda...
Telah jauh jarak antara kutub-kutub tubuh kita
Membentang kerinduan didalam anak-anak sungai diujung mata kita

Hymne Kematian

| Posted in | Posted on 20.23

0


Aku tak tahu. . .
Sudah aku katakan. . .
Ini nadiku yang hilang. . .
Belum lagi tulung rusukku yang tercecer entah kemana ? ? ?

Rasa Dalam Hati

| Posted in | Posted on 11.53

0


Tak sadar cinta menelusup ke dalam relung hati
Melalui pori rasa.. sampai kehilangan itu begitu nyata
Hanya sesal menyesak dada


Antara Ada dan Tiada

| Posted in , | Posted on 11.45

0


Ingin kutuliskan cerita ini
Sebagai ungkapan jiwa
Ingin kugores pena ini
Sebagai curahan hati yang terdalam

Benang Persahabatan

| Posted in , | Posted on 10.04

0


Sahabatku, sahabatmu, sahabat kita
saudaraku, saudaramu, saudara kita
Mereka, kamu, aku dan kita
semoga silaturahmi tetap terjaga
penuh berkah ...

Selarut Ini

| Posted in , | Posted on 19.48

0


saat gemerisik angin malam bertiup
mendesah-desah gemuruhi malam
masih mampu aku mendengar
meski terkadang samar dan menghilang
mengembara,mengembang musnah tanpa jawab
ada sesuatu yang sepertinya harus aku resapi
sayup cinta yang pernah aku banggakan
darinya..

Masih Dalam Hatiku Saja

| Posted in | Posted on 19.43

0


Malam ini aku menyulam dingin
Sepi sepi tanpa angin
Mungkin hujan tlah bertahta
Menguasai tanpa kata..

Menjamu di Pojok Puisi

| Posted in | Posted on 19.41

0


Menjamu dirimu
Tak cukup dengan kecupan bibir berlumur gincu merah jambu


Anjing-Anjing Liar

| Posted in | Posted on 19.37

0


tubuh menggigil, pori-pori seakan disumbat bongkah salju,bibir kaku seperti ada jutaan lakban menempel, hidung seperti mata air meneteskan gletser, telinga memar perih berdengung, jari kaki dan tangan mati rasa pucat memutih. itu yang kau rasa, teman ?!

Seikat Pelangi Selembut Bulu Mata

| Posted in | Posted on 00.17

0


Genggam jemariku
seikat pelangi ini untukmu
baru kupotong dari langit rumput kelabu
dengan sisa hujan
masih
menitik ke dalam kalbu.

Pertemanan Sejati

| Posted in , | Posted on 00.16

0


engkau selalu ada dikala aku membutuhkanmu
engkau selalu setia ,saat aku dalam kebingungan
kebingungan akan sesuatu yang hilang dalam hatiku
dikala senja telah menyapa ,dikala ruang telah gunda


Cinta Seorang Badut

| Posted in , | Posted on 00.14

0


Penipu yang berhati mulia
Jenaka dan berhati baja
Dialah temanku sang bulat telur
Pemicu tawa yang suka mendengkur

Nuansa Surga

| Posted in , | Posted on 00.11

0


Lemahku terbelenggu
Terjebak diantara malam yang semu
Tak mampu ku bersanding
Pada sandaran hati yang kokoh, untuk bahagiaku

Kau Hebat

| Posted in , | Posted on 00.10

0


Dengan sepasang mata tajam
Dengan senyum simpul sesekali
Dengan rokok diantara jari kanan

"Top Puisi Bahasa Jiwa"