Ketika malam menjelang…aku selalu menantikan
datangnya bintang malam
bercahaya terang..memberi kehangatan..
memberikan kedamaian abadi dalam
sentuhan jiwa terdalam..
kupandangi langit malam…
seraya mencari bintang bercahaya paling terang
diantara berjuta bintang yang ada…
seakan terkenang kenangan dengan ayahanda tercinta
saat aku masih terlalu kecil
untuk mengenangnya…
pernah ayah berkata…ketika raga t’bersatu lagi
dengan nyawa..saat nafas t’lagi berhembus
maka jangan pernah tangisi kepergiannya…
biarkan dia pergi dengan kedamaian ilahi..
dengan senyuman terindah…
tapi itu begitu menyakitkan batin ini
seakan sayap-sayap ini patah & berguguran
Ayah selalu menguatkan ku..
untuk tetap berdiri tegak diantara kejamnya dunia
Ayahlah yang t’pernah lelah menjagaku
bagaikan lentera yang menerangi
malam gelap yang begitu mencengkram
hingga sang surya kembali menyinari bumi…
Ayah mengajarkanku untuk tidak menangis menghadapi kenyataan pahit…
Ayah bilang aku harus kuat & tegar
Tapi aku tahu ayah t’cukup kuat untuk menahan rasa sakit
melawan penyakit yang begitu membuat ayah lemah
Saat ayah di panggil kehadapan-nya
aku hanya berusaha ikhlas…t’mengeluh..walaupun
air mata jatuh dari mata bening yang
masih membutuhkan kasih sayang mu ayah…
kau pernah bilang kau akan jadi bintang paling terang disana
& aku…aku percaya itu…
Ayah akan menjagaku dari sana…
akan menjadi bintang yang menemani
malam sepiku…memberi kedamaian jiwa
walau kau t’disampingku lagi…
do’a ini akan selalu bersama mu Ayah…
dalam ketenangan jiwa mu di sisi-nya
Ayu
Bengkulu, Indonesia
Comments (0)
Posting Komentar