Reruntuhan Cahaya
| Posted in Cinta, Kesepian, Rindu | Posted on 20.32
alangkah lama menunggumu di reruntuhan cahaya
hingga remuk waktu menggali kawah hatiku, adakah kau lihat?
desau letihku jadi tebing di lelembah cintamu? menerjal,
mencuram, mencadas, tapi dengan letihku
adlah kesetiaanmu menimang-nimang kenakalanku
tak ada firman yang lebih menyabda dibanding reruntuhan cahaya.
maka alangkah dalam kini makna menunggu:
kawah menunggu angin menangkap diam
dari gemuruh sukma
tebing menungu batu menangis
karena rindunya bercadas magma
Wing
Indonesia
Comments (0)
Posting Komentar