kumpulan puisi

Ketika Peruntungan Enggan Menyapa

| Posted in | Posted on 08.22


Ketika peruntungan enggan menyapamu
Seketika angan lepas dari raga
Cita-cita jadi hampa
Gelombang datang menerjang
Kemanakah hari yang baik
Menghidangkan makanan kesukaan
Memijar cahaya wajah
Dimanakah kawan sejati
Sedamba yang kau nyanyikan

Tak akan ada sahutan
Tak ada tepuk pundak sekedar menyapamu
Tak ada sahutan dari dinding sebelahmu

Engkau sendiri sekarang
Dalam biang gelap malam, lembab
Sesak dada terasa sejak kemarin bertambah
Siapa yang hirau
Siapa yang melenakan
Siapa yang meleburkan
Siapa yang menghibur

Tak satu suarapun
Meski engkau mengharap-harap
Tak ada duka kan teratasi
Tak kan lapangkan dada
Luka tak kan bertaut

Engkau masih sendiri dalam diam
Dalam kebekuan hati
Dalam nestapa tak bertepi
Dalam kejenuhan panjang
Dalam seribu makna hidup kau jalani
Tertatih… merintih…

Engkau masih saja tersenyum
Dalam seribu makna yang kau artikan sendiri


Masih Saja Tersenyum
oleh Fuadi
Padang, Indonesia


Alam Mayang, akhir des’10

SocialTwist Tell-a-Friend

Comments (0)

Posting Komentar

"Top Puisi Bahasa Jiwa"