kumpulan puisi

Berserat

| Posted in | Posted on 15.11


bertahun entah beribu hari tak terhitung
menangkis sederet, menampik udara` memberat
kata bukan lagi bagian dari kalimat
cinta hanya serat serat hati kian terurai

masa anyam anyaman waktu sekedar
aku tak sanggup sendiri menyiangi tunas yang kau rangas`kan
sedetik sebenar, aku ingin menari riuh memecah dada
beriring harpa` meski sepotong nada tersampir, tanpa makna

berjuta rindu tak terbilang berlapis ingin menjerit
keping keping kau hilang, kau balik dan kau debukan
aku terus meniup seruling tanpa lubang tapi
dan aku akan terus meniupnya
hingga nafasku serak terpecah nadi

kadang,..
bertikai aku dengan langit` menjungkal
kutapis hawa hawa kudayungkan pasir ke permukaan`
kusambit jerami dan kujejaki
dan aku bisa lega ketika itu

satu entah atau tiada lagi
hitam memang kosong tak terliat meski mata perih
angin masih mendesau diantara ruas ruas malam
entah akan hilang dan berganti dengan entah yang lain

setiap kata yang kutulis adalah air` mengalir
dan tak bermuara karna memang tak ada muara.


Mister Art
Depok

SocialTwist Tell-a-Friend

Comments (0)

Posting Komentar

"Top Puisi Bahasa Jiwa"