Menangkis Pedih
| Posted in Alam, Cinta, Kehidupan | Posted on 10.51
Engkau adalah kuncup bibir yang melahirkan
Hujan tanya dalam jiwa
Mematahkan semua kering jawab yang meretakkan
Hutan keterasingan dalam sanubari dan jiwa
Menangkis pedih
Menangis sedih
Saat benak mu tiba
Saat meronta iba
Engkau adalah kuncup bibir yang melahirkan
Dan aku sedang melukis mu dengan darah dan air mata.
Haryo
Jogjamungil, Indonesia
Comments (0)
Posting Komentar