kumpulan puisi

Jendela Sunyi

| Posted in | Posted on 19.17


di jendela wajahmu menyatu dengan daunnya dalam
rindu mendalam pada derak roda pedati yang mulai rusak
ingatlah kasih, kuda ini telah menangis, perih yang teriris rindu
membeku di ujung belati

ku ingat sisirmu yang menngantung letih di rambut
masih adakah hitam disana? sehitam kepulan asap dapurmu
tempat ku bersembunyi dari mimpi tadi pagi
kasih, sebentar lagi perjalanan ini akan menyudahi panjangnya

karena kuda ini juga tahu apa yang dibawanya;
berton-ton surga surga yang tak lagi menaruh angka


Imrizal Pratama
Solo

SocialTwist Tell-a-Friend

Comments (0)

Posting Komentar

"Top Puisi Bahasa Jiwa"