Kisah Cendrawasih
| Posted in Kehidupan | Posted on 13.25
Wahai cendrawasih!
Kepak sayapmu melemah
Helai bulumu tak cemerlang
Apa yang kau derita wahai cendrawasih?
Apa yang menimpamu?
Gurauan mu sekedar saja
Lentik bulu matamu sedikit kusam
Cengkeraman kukumu kokohkah?
Paruh tak segarang yang dulu
Selentingan angin membawa dukamu padaku
Mata batin berucap
Tak usah kau murung!
Takdirmu telah ditentukan sebelum lahir, malah
Hari ini adalah perjanjianmu
Yang kau tanda tangani dengan jujur
Cendrawasih,
Kembanglah sayapmu
Walau terbatas oleh ruang sangkar
Setiap tepuk tangan riuh rendah, pahala bertebar
Apa yang hilang darimu?,
Karena yang kuasa
Relakan yang pergi
Apa yang kau tata rapi belum kau nikmati
Tak usah lelah…………..
Tak usah menyerah………..
Tak usah putus asa……………
Nuansa hidupmu tetap berkilau disebagian orang
Kepakkan sayapmu
Sejumput uang receh kau kantongi
Gerailah bulu-bulumu, merona mewarna
Masih ada harap sejak pagi
Meski tak sepadan keringat yang kau lelehkan
Inilah harimu saat semua kau coba tata kembali
Harimu masih tersisa untuk esok
Saat mentari pagi hangati semangatmu
Tancapkan kukumu
Pada karcis keberkahanmu
Ada helaan nafas cemas mengharap kehadiranmu
Alunkan irama keindahan
Tegar dalam aroma bengis yang mengiri
Seperti saat kau lepas bebas di alam maya pada
Perdengarkan dendang khasmu
Yang kau peruntukkan untuk banyak orang
Ikhlaskan yang pergi
Coretan sketsamu telah menunggu
Alam Mayang, Januari “Separuh” 11
Oleh Fuadi
Pekan Baru, Indonesia
Comments (0)
Posting Komentar