kumpulan puisi

Tercabik Jiwa Luka

| Posted in , | Posted on 15.15


luka itu begitu dalam….
menoreh rasa sakit teramat perih..
terlalu sakit untuk aku rasakan….
tak ada angin yang berhembus.. menentramkan luka
tak ada dahan dahan…yang menggoyangkan dedaunan di rantingnya..

mungkin karena alam merasakan
luka senyawa jiwa…
dari mahluk lemah yg tercipta…
ada airmata….ada rona kesedihan diraut wajahnya…
dan alampum ikut terluka…
mengeluarkan darahnya….
cukup jiwa yang menderita
cukup raga yang tercampakan…
tapi hati dan cinta biarlah milik sang empunya..
karena dia sang pemilik waktu…
dan pemilik dari jiwa2 yang tercabik…
dan cukuplah jiwa yang merasakan
keperihan akan luka yg ditorehkan waktu
biarlah segala rasa ini… tersimpan rapat
dibelangga rahasia…
biarlah amarah ini terbingkai rapi dalam lukisan kelam
biarlah sedih ini terbungkus rapi dalam diam…
asalkan sang mentari terus bersinar dengan senyuman
asalkan sang rembulan tetap memancarkan cahaya temaram…
maka…biarlah asa berjalan dengan sendirinya..
buat menapaki biduk tanpa haluan…dan hampir karam
asalkan masih ada lautan yg luas.terbentang buat berlayar
sampai ke daratan…yg tak tau berujung dimana….


Anna
Penyair Bahasa Jiwa, Indonesia

SocialTwist Tell-a-Friend

Comments (0)

Posting Komentar

"Top Puisi Bahasa Jiwa"