Binar Rembulan dan Seonggok Sampah
| Posted in Kehidupan | Posted on 10.54
Rembulan tenang berpendar
Di batas pandang ku
Udara dingin menggigit
Mungkin aku tak peduli
Meski terasa mengganggu
Tapi tetap ku nikmati
Masih,
Aku melaju
Di atas aspal basah
Dari hujan sore tadi
Di persimpangan
Setelah menikung
Sepasang manusia
Mencuri perhatian
Bukan dengan pesona
Tidak dengan indah
Manusia manusia yang lapar
Di antara onggok sampah
Mengaisi entah
Dan jadi sedih ku
Mengaisi hidup
Dan jadi harap ku
Ini negeri sentosa
Dengan manusia yang lapar
Ini negeri yang subur
Dan masih dengan manusia yang lapar.
Haryo
Jogja, Indonesia
Comments (0)
Posting Komentar