Kehilangan
| Posted in Kehidupan, Rindu | Posted on 14.03
Rinai titik hujan iringi desir angin
Sayu terasa menusuk relung jiwa
Mentaripun enggan aku lihat
Hanya lukisan semu yang tampak
Pada raut khayal yang terlupakan
Satu demi satu langkah aku ayun
Hela demi hela nafas aku hembuskan
Aku coba layangkan lamunanku
Walau badai hempaskan raga yang rapuh
Akupun terlelap seiring datangnya
waktu gelap datang mencekam
Aku rindu candamu, tawamu, pesona senyummu,
serta mata indahmu yang selalu menatapku
dengan penuh kasih sayang
aku hilang arah tanpa dirimu
Yenzhu
Bengkulu
Comments (0)
Posting Komentar