kumpulan puisi

Keseorang

| Posted in | Posted on 09.58


Masih saja basah. Sepertinya puisi tak hendak
sampai ke tidur tak berigau ke jaga yang bara.
Api masih dipadamkan hujan.
Tak ada puisi bunga
Selalu angin bawa awan hitam
di gantungan jemuran.
Masih saja basah.
Kapan kita akan bersajak
Seperti muda yang gagah
Seperti jelita dengan pesona
Seperti cinta dan asmara
Seperti wangi dari dupa

Mungkin pergimu adalah isyarat
Takkan dewasa anak selamanya dikepit ketiak.
Iben Nuriska, Batu Belah Indonesia


Pada puisi perpisahan ini, penyair menyatakan kesedihan dan luka mendalamnya dengan perpisahan. Tidak ada lagi masa untuk bersenang bersama orang yang dikasihinya. Namun ada pelajaran berharga yang bisa kita petik dari sini, bahwa seorang anak jika selamanya dalam pengawasan kedua orang tuanya.

Bagaikan pohon besar yang tumbang, maka pohon-pohon kecil yang tumbuh dibawahnya akan berkembang lebih cepat. Begitu pula manusia, kedewasaan itu akan terbentuk manakala tidak ada orang tua yang menaunginya.

SocialTwist Tell-a-Friend

Comments (0)

Posting Komentar

"Top Puisi Bahasa Jiwa"