Mata terbuka pada siang yang datang
Aku lahir dalam jiwa yang terang
Berada pada keramaian senyum indah yang menghampiri
Mereka tertawa melihat aku menangis
Mungkinkah itu pertanda bahwa dunia itu indah
Atau dunia itu berada pada titik baliknya
Jiwa besar muncul dalam hati
Pandainya mulut ini bersilat
Menyembunyikan kenyataan yang ada
Bukan berniat munafik
Tapi aku tahu tuhan sayang padaku
Melebihi cinta ku pada duniawi
Dia memperhatikan hidupku
Mengapa sekarang aku rindu
Rindu akan layangan keras ketubuhku ini
Aku lebih baik sengsara dan membiru
Daripada harus kaku dan gila
Biarkan saja aku bertato kehidupan langsung dari tangan mu
Tanpa harus merasakan kakunya tubuh oleh ucapanmu
Aku menahan sesuatu yang keluar dari 2 lubang tubuh
Bertahun-tahun aku sabar
Bertahun-tahun pula aku memahami
Aku bukan ingin dipuji
Tapi hargai bahwa aku hadir atas kehendak siapa
Lihatlah aku disisimu
Pukul jiwaku
Bentuklah kembali tulisan biru ditubuh ini
Dan jangan biarkan aku menjadi mayat hidup didalam hidupku sendiri
Tidak ada yang kupersalahkan atas jalan sekarang
Bukan kau hai pembuat tato kehidupanku
Bukan juga kapas lembut disampingku
Tapi aku yang telah melakukan ini
Dan aku tidak akan menyalahkan siapapun
Hanya saja jangan puji aku
jika itu menjijikkan
Jangan sayangi aku
jika itu haram
Jangan kau belai kata
jika itu busuk
Tapi lihat
Tatap mataku
Betapa besar benih iblis telah terbentuk besar dalam jiwa
Hargai kehadiranku meskipun aku tidak menjadi seperti apa yang kau mau
Putri Ning Rahayu
Bengkulu
Comments (0)
Posting Komentar